WELCOME !

Assalamua'laikum.....????

yuhuuuuuuuu!!!!

makasih yah dah ngunjungin Bolg gue....

salam hangat
Ntan^_^ cewek manis asli Bengkulu

Jumat, 29 Mei 2009

assalamua'laikum..... pakcik n makcik ^_^
disini ntan mw bagi-bagi cerita karangan ntan sendiri.
yang ini Firts Story yang ntan muatin ke Blog loh...!
moga temen2 yg pada Baca suka n ntan minta banget komentnya yaaaaaaaaaaaaachhhh!!
thanks be4 looph u allllll


creted by :

ntan_cute ^_^

judulnya :

BEBIZ, I LOVE YOU !

Saat aku memutuskan untuk memberikan hatiku kepada orang yang selama ini menjadi rahasia dan misteri dalam hatiku dan selalu datang disetiap mimpi indahku, aku mulai tersadar kalau aku tidak akan pernah bisa untuk memiliki dirinya seutuhnya. Kecerian dan kebahagian yang terpancar diwajah cantiknya disetiap kali aku melihat dan memperhatikannya akan sirna bila aku muncul dalam kehidupannya, apakah ini adil untukku Tuhan ? dan apakah aku ditakdirkan untuk tidak hidup dengan orang yang selama ini selalu hadir dalam mimpiku dan selalu menghantui hari-hariku dengan kecerian dan kebahagiaan yang terpancar diwajah cantiknya ? pertanyaan yang kutimbulkan sendiri tidak bisa aku jawab, karena pertanyaan itu begitu sulit sehingga membuatku harus berusaha keras untuk mencari dan terus mencari jawaban atas pertanyaanku dan mencari siapakah orang yang selama ini hadir disetiap mimipiku, apakah dia yang hampir kulihat setiap hari ? atau ada orang lain yang belum aku ketahui keberadaannya ? Tuhan aku mohon petunjukmu...

♥♥♥

Dia tersenyum kepadaku, senyumnya membutakan mata, hati dan pikiranku sehingga aku tidak bisa merasakan apa-apa selain kebahagiaan yang tiada taranya. Tatapan matanya yang lembut dan senyumannya yang sempurna membuat bibirku terkunci, tidak satu kata pun yang sanggup aku keluarkan, dia sosok yang sempurna yang selalu hadir mengisi mimpiku setiap malam dan meberikanku kebahagiaan disaat aku terbangun serta membuat aku marah kepada diriku sendiri karena aku tidak bisa mengingat wajahnya, yang aku ingat hanyalah senyumannya dan sortan matanya yang begitu sempurna.

Kakak hari ini jadikan temani Tefi ke toko buku ? “ tanya seorang gadis kecil manis yang pagi itu mengenakan seragam merah putih, tas barbie warna pink, sepatu hitam yang manis disertai dengan kaus kaki putih bermotip kupu-kupu bewarna hijau ditambah dengan dua buah kuncir rambut yang menambah manis penampilannya. Gadis kecil yang bernama Tefi itu tidak lain adalah adikku satu-satunya dan aku sangat menyaynginya. Saat itu Tefi baru duduk dibangku sekolah dasar kelas 3.

iya sayang nanti sepulang dari kampus kakak akan menjemput Tefi disekolah setelah itu baru kita pergi ketoko buku, ok! “ kataku menjawab pertanyaannya sambil mencubit pipinya yang tembem dengan gemas.

Ok deh, kakakjawab adikku dengan senyumannya yang menggemaskan dan membuatku semakin menyayanginya dan takut kehilangannya.

sebelum berangkat cium pipi kakak dulu yahpintaku sambil mendekatkan pipiku dengan bibir kecilnya yang imut. Tefi tersenyum setelah itu dia pun mencium kedua belah pipiku, lalu akupun menggendongnya dan mendudukkannya diatas jok belakang motor kesayangannku.

Siap berangkat ? “ tanyaku sambil menstarter motor kesayanganku.

Siap ! “ balas Tefi sambil memeluk pinggangku erat dan berteriak dengan suara keras.

Setelah sampai didepan gerbang sekolah Tefi, aku sempat mencium pipi tembem adik tunggalku itu sebelum pada akhirnya dia berlari-lari kecil masuk kedalam sekolah untuk mengikuti kegiatan pembelajaran disekolah yang sangat menyenangkan dan saat itu juga aku melihat senyuman sempurna yang selama ini selalu hadir didalam mimpiku dan memberikan kebahagiaan ketika aku bangun keesokan paginya.

Aku sangat terpesona, mataku tidak bisa berkedip dan aku bisa merasakan nafasku tertahan dan jantungku seakan-akan berhenti berdetak. Aku tidak bisa menebak ekspresi wajahku sendiri yang tanpa kusadari kalau Tefi tengah memperhatikanku, Tefi mengikuti arah mataku yang saat itu tengah terfokus pada satu objek yang saat itu bisa membuatku lupa akan segalanya.

Kakak, itu namanya Ibu guru Shella

Kata-kata yang meluncur dari bibir kecil adik tunggalku itu bisa membangunkanku dari ketidaksadaranku. Aku menoleh kearahnya dan aku bisa merasakan panas diwajahku karena malu kepergok.

Tefi cepat masuk gieh, soalnya kakak sudah telat. Nanti sepulang sekolah tungguin kakak yah, sebelum kakak datang kamu jangan pulang dulu okkataku buru-buru karena aku merasa sangat malu dengan adikku sendiri karena tidak bisa mengendalikan perasaanku sendiri.

Ok bos ! nanti Tefi salamkan sama Ibu guru Shella! “ ucap Tefi sambil berlari pergi meninggalkanku dan masuk kedalam gerombolan anak-anak yang lain. Setelah Tefi sudah benar-benar masuk kedalam sekolah, baru aku berangkat kekampus yang jaraknya sekitar 10km dari sekolahan Tefi.

Dalam perjalanan menuju kampus, pikiranku dikacaukan dengan sosok yang dipanggil oleh Tefi dengan Ibu guru Shella. Senyumannya begitu sempurna walaupun senyuman itu bukan ditujukan kepadaku, tapi dari caranya memandang dan menyikapi anak-anak serta memberikan senyuman selamat pagi kepada mereka membuatku yakin bahwa dialah sosok yang selama ini aku cari, yang selalu hadir disetiap mimpiku dan memberikanku kebahagiaan ketika aku bangun keesokan paginya dan yang paling penting adalah aku sudah berjanji pada diriku sendiri apabila aku menemukan sosok yang selama ini kucari akan kujaga terus sampai tetes terakhir darahku dan akan kukorbankan seluruh hidupku untuk menjaganya dan sosok itu juga yang membuatku tidak pernah bisa memberikan cinta dan hidupku kepada orang lain selain dirinya. Tapi dilain pihak timbul pernyataan yang membuatku bingung dengan Cinta yang kurasakan sekarang.

Hari ini aku sungguh bahagia itu bisa terlihat dari sikapku yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kebahagiaan ini tidak akan kurasakan sendiri tapi akan kubagikan kepada sahabatku. Setiba dikampus dan telah memarkirkan motor, aku langsung berjalan menuju tempat dimana aku dan sahabatku sering bertemu dan ditempat itulah kami sering menghabiskan waktu bersama baik dalam suka maupun duka. Sebelum berangkat kekampus hari itu, sahabatku mengirimkan pesan pendek yang isinya dia memintaku untuk menemuinya ditempat favorit kami berdua sebelum masuk kelas pagi hari itu karena ada yang ingin dia katakan dan berikan kepadaku.

Hai, Bebiz ! dah lama yah nungguin gue ? gak nyampe jamurankan? Sorry yah soalnya tadi gue lama disekolahnya Tefikataku saat tiba ditempat favorit kami yang letaknya sedikit strategis dan lain daripada yang lain karena posisi tempat favorit kami tepat ditengah-tengah kolam dan disekeliling kolam itu dipenuhi dengan teratai putih yang tengah mekar dengan sangat indahnya.

gak papa lagian gue juga baru ja nyampe kokjawabnya sambil memperhatikanku dan aku sangat yakin dengan ekspresi yang ditunjukan wajahnya bahwa dia penasaran dengan apa yang terjadi denganku pagi itu karena aku adalah orang yang sangat sulit untuk menyembunyikan sesuatu darinya apalagi sesuatu yang kesembunyikan itu menyangkut perasaan sedih dan bahagia.

loe jangan ngeliatin gue gitu dong, jadi salting niehkataku bertingkah seperti anak kecil yang baru pertama kali diperhatikan. Sahabatku yang bernama Bebiz itu tertawa geli.

“GR banget sieh loe, oh yah ngomong-ngomong kok pagi ini loe keliatan lain banget sieh, loe lagi happy yah ?” tanyanya masih memperhatikanku dan matanya tidak lepas memandang wajahku menunggu jawaban atas pertanyaan yang diajukan olehnya.

tuh, loe dah jawab sendirikataku sambil mencoel hidung mancungnya yang kecil tapi panjang seperti pinokio.

“oh yah ? kalau gitu loe duluan yang cerita terus baru giliran guekatanya mengajukan pilihan yang langsung aku iyakan. Lalu kami pun duduk dikursi yang ada dan akupun mulai menceritakan apa yang kualami pagi itu, tanpa memikirkan dan memperhatikan ekspresi wajah Bebiz saat aku mulai menceritakan kisah bahagiaku kepadanya aku terus nyerocos seperti ban bocor samapi akhir cerita.

gue turut bahagiaucap Bebiz seusai aku menceritakan kisah bahagia yang aku alami pagi itu.

kok loe responnya gitu aja sieh ? loe kan tau kalau gue tuh udah lama banget menunggu datangnya hari bahagia inikataku sambil memandang wajahnya yang sedikit tertuduk setelah mendengarkan cerita dan juga merupakan curahan hatiku.

eng, gue duluan yah coz gue udah masuk niehkatanya tiba-tiba pergi meninggalkanku tanpa menunggu respon dariku terlebih dahulu, aku kaget kenapa sikap Bebiz tiba-tiba saja berubah dan tidak seperti biasanya.

Bebiz ! hei...hei...! Bebiz, loe kenapa sieh ? jangan maen tinggal gitu dong?!“ kataku sedikit berteriak. Langkah Bebiz berhenti dipinggir kolam, dia menoleh kearahku lalu mengatakan sesuatu yang menurutku bukan Bebiz banget.

gue gak kenapa-kenapa kok, hal yang mau gue kasih dan omongin gak penting kok !“ katanya setelah itu langsung pergi dan menghilang dibalik tikungan yang mengarah langsung kegedung perkuliahan.

Aku menghela nafas panjang dan sempat memikirkan beberapa saat tentang sikap Bebiz yang lain dari biasanya. Sebelum pada akhirnya aku juga ikut beranjak dari tempat favorit kami berdua.

☼☼☼

Cewek tomboi itu menjatuhkan dirinya dalam pelukan seorang cewek cantik yang sebaya dengannya, lalu tangisnya pun pecah. Seakan tahu apa yang telah terjadi sicewek cantikpun berusaha untuk menenangkan sicewek tomboi, setelah tenang barulah sicewek tomboi menceritakan apa yang telah terjadi.

“seharusnya gue udah tahu kalau Ronald gak bakalan bisa mencintai orang lain selain cewek yang muncul dalam mimpinya selama ini “ katanya, air mata kembali menjatuhi wajah cantiknya.

“kalau masalahnya udah begini gue juga bingung musti gimana, tapi loe belum taukan gimana perasaan Ronald sama loe ?“ tanya sicewek cantik sambil menatap mata cewek tomboi dalam-dalam berharap bisa menyentuh perasaan terdalam sicewek tomboi.

“tanpa gue tanya pun gue udah tau gimana perasaan Ronald sama gue, yang dia cinta dan dia sayang hanyalah sosok misterius yang selalu hadir didalam mimpinya selama ini bukan gue !“ kata sicewek tomboi air matanya kembali mengalir dengan derasnya.

Sicewek cantik tampak berfikir sejenak, lalu...

“biar masalah ini gue yang tanganin, cewek misterius itukan hanya ada dalam mimpinya Ronald jadi loe gak perlu takut. Gue yakin itu hanya perasaan sesaat yang dirasakan oleh Ronald. Yang selama ini selalu ada didekat dia baik dalam suka mau pun duka kan loe, bukan sicewek misterius yang gak jelas identitasnya itu !“ jelas sicewek cantik rupanya memberikan sedikit ketegaran dalam hati sicewek tomboi.

“makasih yah Bel, tanpa loe mungkin gue gak bakalan sekuat ini“ ucap sicewek tomboi sambil memeluk sicewek cantik yang langsung dibalas oleh cewek cantik tersebut dengan pelukan juga, lama mereka larut dalam perasaan haru dan bahagia, setelah itu mereka berdua pun masuk kedalam kelas karena dosen mata kuliah pagi itu sudah datang dan siap untuk menyajikan materi kuliah.

☼☼☼

“Bebiz !“ kataku berteriak saat melihat Bebiz tengah berjalan berbelok menaiki tangga diujung koridor yang jaraknya tidak jauh dari tempatku duduk. Sahabatku menoleh tapi saat dia tahu aku yang memanggilnya dia langsung membuag wajahnya dariku dan berjalan pergi dengan cepatnya menjauhiku.

“Bebiz, loe kenapa sieh ?!“ tanyaku saat berhasil mengejarnya. Dan berdiri dihadapan Bebiz dengan nafas ngos-ngosan.

“sorry, gue lagi buru-buru!“ katanya sambil membalik badannya dari hadapanku tapi sebelum dia pergi aku langsung mencekal tangannya.

“jujur, gue ngerasa hari ini loe aneh banget ! gue gak tau apa penyebabnya, jadi gue mohon jangan sikapin gue kayak gini dong ? kalo gue ada salah gue minta maaf“ kataku sambil memandangnya menunggu tanggapan.

“udah selese ngomongnya ?! kalo udah gue misi pergi dulu !“ ucap Bebiz ketus dan sambil melepaskan tanganku yang masih menggenggam tangannya serta memberikan sebuah senyuman dan sorotan mata yang menurut ingatanku belum pernah Bebiz perlihatkan padaku dan anehnya lagi hal itu tidak begitu asing bagiku, senyumanan yang begitu tulus, ikhlas dan sorotan mata yang bisa menentramkan hatiku. Aku hanya bisa terdiam sambil memandang kepergian sahabatku yang meninggalkan banyak pertanyaan dalam pikiranku. “Ada yang nggak beres nieh..” gumamku dalam hati.

“Ronald !“ seru sebuah suara yang tidak asing lagi olehku saat aku hendak beranjak dari tempatku berdiri saat itu. Aku menoleh ternyata yang memanggilku adalah Bella.

“eh, loe Bel. Ada apa ?!“ tanyaku tenang dan santai seperti biasanya.

“ada waktu ?“ tanyanya to the point. Aku diam sebentar, seakan tahu apa yang aku pikirkan Bella melanjutkan kalimatnya sebelum sempat aku membalas pertanyaannya. “ini sehubungan dengan sikap Bebiz sama loe“ lanjutnya, spontan membuatku terkejut. Ini kabar baik, jadi gak ada salahnya kalau aku bicara sebentar dengan Bella sebelum aku pergi kesekolah Tefi.

“loe ceritain intinya aja yah Bel, coz gue musti buru-buru ngejemput adek gue di SD“ kataku, Bella tersenyum. Lalu kami berduapun berjalan kearah tempat duduk yang berada dibawah pepohonan rimbun didekat parkiran.

“mungkin loe bertanya-tanya kenapa sikap Bebiz hari ini berubah total sama loe“ kata Bella sambil memandangku yang tampak sangat serius menyimak apa yang akan dia ceritakan padaku tentang Bebiz.

“kalian berdua udah lama sahabatan dan kalian berdua tentunya sudah salin tahu dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing...” lanjutnya tapi langsung aku potong karena aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi.

“Bel, ke intinya aja soalnya gue lagi ngejer waktu nieh“ ujarku saat memotong kalimatnya yang menurutku akan panjang sekali ayatnya bila tidak aku potong ditengah jalan.

“ok !“ ucap Bella menghela nafas kesal karena sikapku. “ Bebiz suka sama loe, Ronald “ lanjutnya sambil memandang wajahku yang sekarang terlihat sangat kaget setelah mendengarkan pernyataan yang jauh dari perkiraanku.

“ha..ha..ha.. loe becandakan ?“ kataku sambil tertawa gak percaya dengan apa yang baru aku ketahui dan dengar.

“gue nggak lagi becanda ! ini kenyataan! perubahan sikap sahabat loe hari ini dikarenakan dia ngerasa gakkan ada tempat lagi dihati loe selain cewek misterius yang selalu hadir didalam mimpi loe ! Ronald gue minta loe sadar dong, loe harus bangun dari tidur dan mimpi-mimpi loe ! orang yang selama ini hadir dalam mimpi loe itu nggak lain adalah sahabat loe sendiri ! bukan sosok bidadari yang ada dalam pikiran loe!“ jelas Bella dengan perasaan menggebu-gebu dan berusaha membuatku yakin dengan penjelasannya.

“loe tau apa dengan masalah pribadi gue ?! loe gak berhak ngomong apa-apa dan gak punya hak buat ngatur perasaan gue, ngerti !!” bentakku dengan keras. Bella terdiam wajahnya pucat.

“mungkin ini salah gue, gue gak bermaksud nyampurin urusan pribadi dan perasaan loe. Gue Cuma mau loe sadar bahwa bidadari yang slama ini loe cari ada didekat loe dan bidadari itu adalah sahabat loe sendiri, loe gak pernah nyadari itu tapi kalo loe mau mengingat-ingat kenangan-kenangan yang pernah loe rasain bersama Bebiz gue yakin loe bakaln nyesel dengan apa yang loe omongin sama gue sekarang“ ucap Bella, sebelum akhirnya dia berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkanku yang tengah delima dengan perasaanku sendiri.

☼☼☼

“kakak, kita langsung pulang aja yah soalnya Tefi gak jadi beli bukunya“ kata Tefi memberitahuku saat adik kesayangan itu sudah duduk di atas motorku,

“kenapa nggak jadi ?“ tanyaku penasaran.

“buku yang Tefi mau sudah dibelikan sama Ibu Guru Shella“ jawabnya kontan membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya.

“ooh, jadi sekarang kita langsung pulang aja ?“ tanyaku langsung mengalihkan pembicaraan.

“iya dong kakak, soalnya Tefi udah laper banget nieh“ ucap adikku memeluk pinggangku erat. Tanpa membalas perkataannya akupun langsung menjalankan motor dan pergi meninggalkan gerbang sekolah yang sudah sepi.

♥♥♥

Malam harinya...

Saat tengah asyik nonton TV dan makan cemilan aku dikagetkan dengan suara bel rumah yang bunyinya kayak anak tikus kejepit pintu.

“siapa sieh malem-malem gini datang bertamu, ganggu orang aja!“ gerutuku sambil berdiri dan berjalan kearah pintu.

“yah tunggu, lagi bukain ! cari siapa yah?“ tanyaku ketika pintu terbuka dengan suara ogah-ogahan.

“Tefinya ada mas ?“ jawab suara tersebut ramah dan lembut. Aku terkejut ternyata pemilik suara yang lembut dan ramah itu adalah Bidadari yang kulihat disekolah Tefi, bidadari itu tidak lain adalah Ibu Guru Shella. Aku tidak bisa berkata apa-apa selain terpesona dengan sorot mata dan senyuman yang terulir diwajah ayunya.

“kakak ! siapa yang datang ? Ibu Guru Shella yah ?“ teriak sebuah suara cempreng dari arah belakangku, pemilik suara cempreng itu tak lain adalah Tefi.

“eng... silahkan masuk eng.. bu... eng...a...a...nu..Ibu Guru She...Shella“ kataku dengan suara yang tampak sekali sangat gugup dan grogi. Bidadari itu tersenyum, lalu dia pun berjalan masuk, saat dia melewatiku aku bisa merasakan semua syaraf dan ototku berhenti bekerja, dia begitu sempurna jauh lebih sempurna yang ada dalam bayangan dan pikiranku.

Mereka berdua begitu akrab, layaknya ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu dan sekali bertemu ibarat perangko sangat susah untuk dilepaskan. Tefi tidak memperbolehkan aku untuk nonton kembali karena dia ingin aku menemaninya belajar bersama dengan Ibu Guru Shella. Sudah hampir satu jam Bidadari itu kupandangi, tapi aku merasa aneh semakin aku pandangi dan perhatikan senyuman, tutur kata dan sorotan matanya semakin jauh dan berbeda dengan apa yang aku lihat tadi pagi dan dengan apa yang ada dalam mimpiku. Aku akui Ibu Guru Shella itu sangat cantik dan senyumannya pun sangat indah, aku memutar otakku berfikir dan terus mengingat. Apakah aku terlalu mendramatisir kejadian tadi pagi ? apa karena aku belum pernah melihat orang secantik Ibu Guru Shella ? sehingga dengan mudahnya aku mengambil kesimpulan bahwa dialah sosok yang selama ini hadir dalam mimpiku dan memberikanku kebahagiaan ketika aku terbangun dipagi harinya

Tiba-tiba aku teringat dengan senyuman dan sorot mata sahabatku, entah dari mana datangnya aku bisa merasakan jantungku kembali berdebar, debarannya begitu berbeda dengan debaran ketika aku melihat Ibu Guru Shella. Semakin aku ingin mengingat senyuman dan sorotan mata sahabatku, debaran jantungku semakin kencang dan tidak beraturan. Lalu aku teringat dengan perkataan Bella tadi siang ”Gue Cuma mau loe sadar bahwa bidadari yang slama ini loe cari ada didekat loe dan bidadari itu adalah sahabat loe sendiri...”. apakah semua yang Bella katakan itu benar ? kalau benar ? begok banget sieh loe Ronald ! perasaanku bermain dengan sendirinya sehingga membuatku bingung dan pusing.

Drrt...drrt...drrt...

Ponselku bergetar, ternyata ada satu pesan baru. Buru-buru aku membuka dan membacanya. Setelah membaca pesan itu, aku memandang Ibu Guru Shella, walau aku belum begitu mengenalnya tapi aku bisa merasakan apa yang dia ekspresikan dengan wajah dan cara dia menatap mataku. Aku mengangguk yakin, lalu aku pun beranjak dari tempat duduk lalu berjalan menuju pintu dan keluar dari rumah.

“kedatangan gue kesini Cuma mau ngasihin ini sama loe“ ujar sahabatku to the point saat aku menemuinya yang sudah berdiri didepan gerbang rumahku sambil menyodorkan sebuah kalung berliontin perak yang didalamnya bertuliskan huruf pangkal dari namaku dan namanya yaitu “ B & R “. Aku menerimanya tanpa berkata apa-apa, Bebiz belum beranjak dari tempatnya dia hanya diam dengan wajah tertunduk. Saat itu aku bingung harus mengatakan apa, karena aku cukup gugup dan takut kalau ternyata omongan Bella tadi siang benar. Bidadari yang selama ini kucari adalah sahabatku sendiri dan aku telah menyakiti hati dan hampir kehilangan bidadari itu.

“Bebiz, maafin gue yah... seharusnya gue udah sadar dari awal kalau sosok misterius dan bidadari itu adalah loe” ucapku, sambil memegang dagunya dan mengangkat wajahnya agar aku bisa melihat wajah bidadari hatiku yang selama ini kucari dan hampir gila dibuat olehnya. Setetes air mata jatuh bergulir diwajah cantiknya dan membasahi jariku, dan saat itu juga Bebiz kembali tersenyum dan menatap kedua bola mataku, tatapan matanya langsung menghujam kedalam mataku lalu berjalan kearah hati dan perasaanku dan saat itu juga aku sadar dan mengiyakan perkataan Bella yang mengatakan kalau Bebiz sahabatku adalah sosok misterius yang selama ini selalu hadir dalam mimpiku dan memberikanku kebahagiaan saat terbangun keesokan harinya. Tapi malam ini berbeda, aku telah bertemu dengan sosok misterius tersebut dan telah merasakan kebahagiaan yang sama kurasakan saat aku terbangun dari tidurku. Kebahagiaan yang kurasakan sekarang bukanlah kebahagiaan sesaat yang sering aku rasakan melainkan kebahagiaan yang nyata dan akan terus mendampingi hidupku selamanya.

“Bebiz... loe adalah bidadari yang selama ini gue cari dan sesuai janji gue, gue bakal terus ngejagain loe dari sekarang dan untuk selamanya! Bebiz... I Love You...!” bisikku sebelum akhirnya memakaikan kalung itu dilehernya dan memeluknya penuh dengan perasaan dan mencium keningnya sebagai bukti bahwa aku akan terus menjaga bidadari hatiku mulai dari sekarang dan untuk selamanya.

♥☼♥


1 komentar:

haryantoblog mengatakan...

Tulisan intan Bagus ya, kayaknya bakat jadi penulis Novel nih. semoga cita-citanya terkabul.Aku doain deh.Sukses selalu>